<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Other Side of Gie</title>
	<atom:link href="http://gie0505.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gie0505.wordpress.com</link>
	<description>A Diary of Music</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 May 2008 09:15:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gie0505.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Other Side of Gie</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gie0505.wordpress.com/osd.xml" title="The Other Side of Gie" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gie0505.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>David Cook, American Idol Baru, Seorang Bartender</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/23/david-cook-american-idol-baru-seorang-bartender/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/23/david-cook-american-idol-baru-seorang-bartender/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 09:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[LEBIH dari 97 juta suara pemilih telah dihitung. Hasilnya, David Cock menjadi American Idol terbaru. Bartender berusia 25 tahun asal Blue Springs, Missouri, Amerika Serikat (AS) itu menjadi American Idol ketujuh pada Rabu malam atau kamis malam waktu Indonesia di depan lebih dari 7000 penggemar yang histeris di Nokia Theatre Los Angeles AS &#8220;Saya memulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=73&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LEBIH dari 97 juta suara pemilih telah dihitung. Hasilnya, David Cock menjadi American Idol terbaru.</p>
<p>Bartender berusia 25 tahun asal Blue Springs, Missouri, Amerika Serikat (AS) itu  menjadi American Idol ketujuh pada Rabu malam atau kamis malam waktu Indonesia di depan lebih dari 7000 penggemar yang histeris di Nokia Theatre Los Angeles AS</p>
<p>&#8220;Saya memulai season ini &#8211; dengan banyak kata-kata Simon (Simon Cowell salah satu juri American idol) yang menyakitkan. Dengan ucapannya yang menyakitkan, yang membuat saya benar-benar terkecoh,&#8221; ujar Cook di depan massa setelah mendengar berita, merujuk kepada tutur kata Simon yang disorot dalam momen-momen awal kontes tersebut. &#8220;Thank you guys. Ini luar biasa. Thank you.&#8221;</p>
<p>Setelah Ryan Seacrest, sang pemandu  acara, membocorkan berita itu, Cook tampak menahan air matanya. Namun cepat-cepat ia mencoba mengalihkannya dengan memberikan ucapkan selamat kepada pesaingnya di final, David Archuleta si remaja berusia 17 tahun asal Murray, Utah, AS.<span id="more-73"></span></p>
<p>Kedua David itu pun kemudian saling memeluk. Archuleta mengangkat lengannya untuk membalas Cook dengan memberikan selamat kepada pemenang American Idol tahun ini.</p>
<p>Sepanjang pertunjukan final hari Selasa iotu, Simon Cowell dan juri lain, Randy Jacson, mengatakan bahwa Archuleta mutlak memenangi malam (final) itu. Tapi pekan lalu, Cowell sempat memprediksi bahwa Cook punya kemungkinan meraih gelar itu.</p>
<p>&#8220;Hal yang dilakukannya lebih layak menjadi juara setelah tampil dalam 11 pekan terakhir,&#8221; ujar Cowell. &#8220;Dia (berani) mengambil risiko lebih banyak dengan membawakan lagu-lagu tertentu secara lebih menarik.&#8221;</p>
<p>Atas &#8220;kesalahannya&#8221; itu Simon bahkan meminta maaf kepada Cook sebelum Seacrest mengumumkan bahwa David Cook menang dengan 12 juta pemilih.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mengucapakan selamat untuk kalian berdua,&#8221; tutur Cowell. &#8220;Ini tidaklah benar-benar begitu layak sebagaimana kami menyebutnya. Kenyataannya, David (Cook yang menjadi juara). Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf karena saya pikir saya nyaris putus asa untuk mendukungmu dan saya saya tak berpikir bahwa kamu layak mendapatkaannya.&#8221;</p>
<p>Menanggapi sikap Simon, juri lain Paula Abdul memberi salut dengan bertepuk tangan sambil berdiri beberapa saat malam itu. Dan malam begitu banyak orang bertepuk tangan untuk itu.</p>
<p>Dua jam siaran langsung malam final American Idol malam itu dikemas dengan penampilan 12 kontestan puncak dan para para bintang pop seperti Carrie Underwood, Donna Summer, ZZ Top, the Jonas Brithers, George Michael dan sejumlah artis lain.</p>
<p>Namun penampilan terbaik malam itu muncul dalam ujung pertunjukan, ketika David Cook untuk pertama  kalinya sebagai American idol, membawakan lagu khusus yang disiapkan bagi pemenang, gubahan Regie Hamm berjudul The Time of My Life. Para kontestan yang masuk dalam 12 besar berikut ibu David, Beth Foraker dan saudaranya Andrew bergabung di panggung pada momen final American Idol ke-7 yang mendebarkan itu.</p>
<p>David Cook memang menjadi Anmerican Idol baru. Namun rasanya David Archuleta yang dipuji para juri dan jutaan penggemar tidak terlalu diklalahkan pada malam itu. &#8220;Tidak terasa bahwa kenyataannya ini sudah final. Ini awal dari perjalanan karirmu,&#8221; ujar Paula Abdul kepada David dan David.</p>
<p><em> WIP &#8211; Sumber : Kompas.com, 23 Mei 08</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=73&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/23/david-cook-american-idol-baru-seorang-bartender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ratu-ratu Keroncong yang Terus Menghidupkan Musiknya</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/ratu-ratu-keroncong-yang-terus-menghidupkan-musiknya/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/ratu-ratu-keroncong-yang-terus-menghidupkan-musiknya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 08:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pop Indo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Kala rembulan di atas langit Tersenyum menebarkan purnama Sungguh indah suasana malam Kerlip bintang-bintang bertaburan &#8230;. BARIS-baris di atas adalah petikan dari lagu baru Rembulan di Atas Langit yang diciptakan Acep Djamaludin dan Senin (13/6) lalu dinyanyikan oleh penyanyi Tuti Tri Sedya dalam acara rekaman yang berlangsung di studio GNP di wilayah Jakarta Pusat. DALAM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=67&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kala rembulan di atas langit</p>
<p>Tersenyum menebarkan purnama</p>
<p>Sungguh indah suasana malam</p>
<p>Kerlip bintang-bintang bertaburan</em></p>
<p>&#8230;.</p>
<p>BARIS-baris di atas adalah petikan dari lagu baru Rembulan di Atas Langit yang diciptakan Acep Djamaludin dan Senin (13/6) lalu dinyanyikan oleh penyanyi Tuti Tri Sedya dalam acara rekaman yang berlangsung di studio GNP di wilayah Jakarta Pusat.</p>
<p>DALAM sesi siang itu Tuti merekam tak kurang dari enam lagu baru untuk album terbarunya yang akan terbit sekitar sebulan mendatang. Pemimpin GNP Hendarmin Susilo tampak antusias mengikuti proses rekaman. Dalam studio yang kedap suara itu hadir pula dua pencipta lagu yang dinyanyikan Tuti, yakni Acep Djamaludin dan Johny Sulu (yang mencipta lagu Nyanyian Malam). Selain kedap, sound system untuk memantau rekaman juga<span id="more-67"></span> berkualitas prima sehingga musik benar-benar terdengar nikmat di telinga. Tak heran, menunggu rekaman penyanyi bersuara merdu di ruangan studio itu sama sekali bukan hal yang menjemukan.</p>
<p>Sebagai penyanyi keroncong, Tuti menjalani hari-hari yang sibuk, baik untuk menyanyi maupun bersosialisasi. Setelah merampungkan sesi pemotretan untuk album, Jumat ini, ia terbang ke Solo, diminta Gubernur Jawa Tengah tampil di depan Presiden yang tengah berkunjung ke provinsi ini.</p>
<p>Tuti juga sebenarnya dijadwalkan ke Turki, hanya saja acara ini ditunda pada September mendatang. Sebelum ini Agustus tahun silam ia show di London dan September ke Yunani. April lalu ia juga tampil menghibur istri-istri pemimpin negara Asia-Afrika di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama Sundari Soekotjo.</p>
<p>Juara Bintang Radio dan TV untuk jenis keroncong tahun 1986 ini akan kembali Sabtu (18/6) dan kemudian berumroh bersama dua anaknya.</p>
<p>SEPERTI halnya Tuti Tri Sedya, ratu keroncong yang lain-Sundari Soekotjo-juga tak kalah sibuknya. Terakhir Sundari yang akrab disapa Mbak Unti ini tampil dengan mengesankan di Rumah Budaya Tembi, Yogyakarta. Pesta rakyat di pusat budaya yang diprakarsai P Swantoro ini meninggalkan kesan tidak saja bagi pengasuh Rumah Tembi, tetapi juga bagi masyarakat yang hadir karena Sundari dapat berinteraksi dengan akrab dan kocak dengan audiens.</p>
<p>Sundari yang menjadi juara pertama jenis keroncong pada lomba Bintang Radio dan TV tahun 1982 juga terus meluncurkan album. Terakhir ia ambil bagian dalam album Keroncong Jenaka yang juga menampilkan Mus Mulyadi, Waljinah, Toto Salmon, Sukardi, Mamiek Marsudi, Hetty Handayani, Sri Widadi, dan Sri Dian P. Suaranya yang khas dan elok antara lain melantunkan duet bersama Mus Mulyadi membawakan lagu Langgam Pulang Kampung ciptaan Acep Djamaludin yang menggugah.</p>
<p>Seperti halnya Tuti, karier keroncong telah membawa Sundari tampil di berbagai kota dan negara. Ia masih ingat bahwa seiring dengan perayaan Tahun Emas RI, ia menyanyikan lagu- lagu keroncong di tujuh negara Eropa bersama rombongan kesenian Indonesia.</p>
<p>Yang tak kalah mengesankan, setelah menyelesaikan sarjana S1 di Universitas Negeri Jakarta dengan topik skripsi &#8220;Keroncong di DKI&#8221;, Sundari menjelang akhir tahun lalu juga berhasil menyelesaikan S2 di Universitas Gadjah Mada sehingga ia berhak menyandang gelar magister manajemen. Kini, di sela-sela kesibukan keroncong dan merintis bisnis dengan kakak dan adiknya, Sundari juga menjajaki kemungkinan melanjutkan studi ke jenjang S3.</p>
<p>MELIHAT sekilas aktivitas dua penyanyi keroncong ternama ini, sebenarnya harapan masih besar bahwa musik keroncong yang sering dikhawatirkan akan tergusur oleh musik pop masih akan terus hidup.</p>
<p>Dalam sarasehan &#8220;Ada Apa dengan Keroncong&#8221; yang digelar oleh Paguyuban Kesenian Kelompok Kompas Gramedia (KKG) Desember 2004, memang masih muncul kekhawatiran di atas, khususnya setelah mengamati bahwa musik yang pernah berjaya pada tahun 1950-an sampai tahun 1970-an ini tampak terpinggirkan oleh arus musik industri yang demikian kuat.</p>
<p>Meski mengakui bahwa penggemar keroncong tidak sebanyak musik pop, baik Sundari maupun Tuti meyakini bahwa segmen keroncong akan tetap eksis. Di antara penggemarnya bahkan ada yang demikian cinta berat. Bahkan untuk jenisnya, musik keroncong akan selalu hadir pada acara-acara di Istana.</p>
<p>Pemikiran untuk menyegarkan musik keroncong, sebagaimana disampaikan oleh Frans Sartono, wartawan yang menjadi moderator sarasehan malam itu, telah banyak dilakukan, seperti Erwin Gutawa yang menggarap keroncong dengan orkestra, dan dengan mengajak Yuni Shara. Tetapi hasilnya dirasa belum nyata.</p>
<p>&#8220;Bagaimana ya, kalau iramanya tetap lambat… tak kencrung&#8230; tak kencrung, ya susah,&#8221; kata Mus Mulyadi yang malam itu juga tampil sebagai pembicara seperti dikutip Ign Mugi Widodo dalam buletin InfoKita edisi awal tahun 2005.</p>
<p>Usulan penyegaran disampaikan, tetapi jalan memang panjang untuk dilalui. Sementara sosok utama musik keroncong, seperti Sundari Soekotjo dan Tuti Tri Sedya, tampak nyaman-nyaman saja dengan apa pun yang ada pada musik yang mereka geluti.</p>
<p>Hendarmin Susilo sebagai produser rekaman kaset dan CD musik keroncong juga nyaman- nyaman saja melanjutkan bisnisnya, meski seminggu setelah rekaman baru muncul, pembajak sudah mengedarkan versi bajakan.</p>
<p>Keroncong, dunia yang sepertinya tak menuntut harus disikapi serius sekali… gitu loh. Tak kencrung… tak kencrung akan selalu nikmat. (Ninok Leksono)</p>
<p><em>Kompas Jumat, 17 Juni 2005</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=67&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/ratu-ratu-keroncong-yang-terus-menghidupkan-musiknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mus Mulyadi Si Raja Keroncong</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/mus-mulyadi-si-raja-keroncong/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/mus-mulyadi-si-raja-keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 08:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 15 April 2008 Oleh : Jose Choa Linge/KPMI Siapa bilang mengusung lagu keroncong dan langgam Jawa hanya dapat dinyanyikan dan dinikmati oleh kalangan orang tua-tua saja? Buktinya, ada generasi muda bernama Mus Mulyadi berhasil membuat pukulan dahsyat di industri musik keroncong yang kala itu dimiliki Gesang, Isnarti, Bram (Aceh) Titaley, Tan Tjeng Bok (Pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=66&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 15 April 2008<br />
Oleh : Jose Choa Linge/KPMI</p>
<p>Siapa bilang mengusung lagu keroncong dan langgam Jawa hanya dapat dinyanyikan dan dinikmati oleh kalangan orang tua-tua saja? Buktinya, ada generasi muda bernama Mus Mulyadi berhasil membuat pukulan dahsyat di industri musik keroncong yang kala itu dimiliki Gesang, Isnarti, Bram (Aceh) Titaley, Tan Tjeng Bok (Pak Item), Itjih Sumarni dan Waljinah saja.</p>
<p>Semula, Mus Mulyadi menggeluti lagu-lagu pop, tapi malah keroncong dan langgam Jawalah yang membawanya melanglang buana ke berbagai negara, seperti Prancis, Belanda, dan Belgia. Bahkan, kesohoran namanya dikenal di negara Amerika dan Suriname dengan tembang-tembangnya, seperti Rek Ayo Rek, Rondo Ngarep Poma dan Gerimis. Sejak itulah kiprahnya makin menggila dan bukan hanya kancah keroncong dan langgam Jawa saja yang digelutinya, tapi Melayu dan dangdut-pun dirambahnya.</p>
<p>Enam penghargaan diraihnya, membuat namanya makin dikenal, seperti dua Piring Emas untuk lagu Melayu dan dangdut Hitam Manis dan Siksa Kubur (1974, 1978), Anugerah Penyanyi Langgam Jawa Legendaris, dan Kroncong Kreatif (1993), BASF Award XI &#8211; Musik Keroncong (1996).</p>
<p><strong>Keluarga seniman</strong><br />
Anak ketiga dari delapan bersaudara ini semula bercita-cita menjadi seorang arsitektur, namun akhirnya lebih lekat dengan tarik suara. Karena hampir setiap hari melihat orang tuanya bermain gamelan mengiringi penyanyi lainnya di masa itu. Mus Mulyadi, lahir di Surabaya, Jatim, 14 Agustus 1945 dan masa kecilnya hingga remaja dihabiskan di kota tersebut.<span id="more-66"></span> Berkeseniannya tidak pernah didesain oleh sang bapak Ali Sukandi yang berprofesi sebagai pemain gamelan untuk mengikuti jejaknya. Dua kakaknya, Sumiati adalah penyanyi keroncong di Belanda dan Mulyono dikenal di Surabaya sebagai penyanyi keroncong pula, sementara adiknya, Mus Mudjiono adalah penyanyi juga.</p>
<p>Mendirikan band<br />
Kecintaannya bermusik di masa remaja sudah mendarah daging semasa bermukim di Surabaya. Mus Mulyadi pun kemudian membentuk band yang personelnya tiga belas wanita-wanita perkasa yang telah dipersiapkan untuk sukses di dunia panggung hiburan. Band asuhannya, pernah mengisi acara PON I Ganefo di Jakarta dan merajai berbagai ajang lomba festival di kotanya, empat di antaranya adalah, Tititek AR, Lies AR, Titik Hamzah dan Sugien alias Susie Nander. Mereka kelak dikenal dengan nama Dara Puspita setelah hengkang secara diam-diam tanpa sepengetahuannya ke Ibukota Jakarta.</p>
<p>Ada selentingan yang mengatakan, &#8216;bubarnya&#8217; band asuhannya itu di sebabkan oleh keberadaan Kus Bersaudara yang sering show di kota ini. Setelah itu, Mus Mulyadi pun membubarkan dan kemudian membentuk band baru bernama Ariesta Birawa, dengan personel drummer, Jeffry Zaenal (Abidin), Harris (rhytem), Oedin Syach (melody) dan Mus Mulyadi (bass,vokal). Mereka merilis album rekaman bertajuk Jaka Tarub di sebuah label yang banyak memproduksi rekaman Koes Plus dan Panbers, PT Dimita Moulding Industries.</p>
<p>Namun, belakangan band ini menghasilkan album rekaman lokal di Serimpi Recording (Si Ompong dan Masa Depanmu), tahun 1972, tanpa keterlibatan Mus Mulyadi, kemudian dirilis ulang pada 2005, di recording Shadoks, Jerman.</p>
<p><strong>Menjadi pengembara</strong><br />
Pertengahan 1969, atas ajakan Jerry Souisa sebagai pimpinan rombongan mengajak &#8216;dua&#8217; anggota grup Ariesta Birawa (Mus Mulyadi dan Jefry Zaenal) melakukan tur pertunjukan di sebuah hotel di Singapura. Pada awalnya Mus Mulyadi merasa ragu meninggalkan grupnya yang di masa itu cukup punya nama di kalangan arek-arek Suroboyo, apalagi belum begitu lama ayahandanya meninggal dunia.</p>
<p>Selama dua minggu perjalanan dengan menggunakan kapal kayu dan terdampar di Tanjung Pinang, kemudian rombongan ini menerima show tanpa dibayar pada acara hajatan perkawinan pada salah satu putri saudagar Cina sebagai upah hasil kerjanya untuk diseberangkan ke negara tersebut. Selama pengembaranya, mereka menumpang di rumah salah satu penduduk suku Melayu, hampir setiap malam Mus Mulyadi membuat lagu dan berdoa.</p>
<p>Mereka hampir dua tahun mengembara di negara tetangga itu, dan tak mendapatkan tawaran show. Mereka menjadi gelandangan dan terlunta-lunta tanpa &#8216;makanan&#8217;, pekerjaan dan uang.</p>
<p>Waktu terus berjalan. Dengan keteguhan, keiklasan hati, dan semangat akhirnya mereka melahirkan The Exotic. Grup ini diperkuat dengan lead guitar, Jerry Souisa, Arkans, (rhytm guitar), Mus Mulyadi (bass guitar/vocal), dan Jeffry Zaenal (drum). Tidak tanggung-tanggung mereka merilis dua album sekaligus berupa pop dan keroncong.</p>
<p>Mereka mengusung lagu Persembahanku, Jumpa, dan Bahagia (pop) dan Jauh di Mata (keroncong) di bawah recording Life, Singapura. Namun sayang, Mus Mulyadi dengan kawan-kawan belum menikmati hasil jerih payahnya setelah rekaman, mereka harus kembali ke Indonesia karena wafatnya sang Plokmator, Bung Karno.</p>
<p><strong>Mulai rekaman</strong><br />
Keberadaanya di kota Surabaya, mulai tercium para panitia show Jakarta untuk terlibat meramaikan panggung hiburan. Panitia pun meminta Mus Mulyadi sebagai pengganti Muchsin Alatas yang berhalangan hadir, karena sakit untuk mendampingi Titiek Sandhora Show di Bali (Singaraja dan Denpasar). Sukses show pertamanya, membuat tawaran datang bertubi-tubi untuk mendampingi penyanyi Ibu Kota lainnya yang sedang mangung di sekitar Jawa Timur.</p>
<p>Sosoknya yang sederhana dan memiliki daya tarik, membuatnya mudah merambah dunia rekaman album pop, Melayu, Mandarin, dan dangdut. Dimulai dengan debut album duetnya bersama Laily Dimyatie (Saling Menolong, Ngotot dan Cinta Terpendam), disusul bergabungnya dengan The Favourite&#8217;s (Mawar Berduri, Mimpi Sedih dan Teratai Putih). Berlanjut dengan album-albumnya bersama Wiwiek Abidin (Siapa Ingin Kenalan), Tetty Kadi (Sehidup Semati dan Sepasang Remaja) Ida Laila (Siksa Kubur, Bunga Dahliah dan Suara Hati), Demikian pula pemunculan album solonya yang bertajuk Hitam Manis (Melayu) yang melibatkan OmaIrama pada melody dan Rek Ayo Rek (Jawa), berhasil mencetak album dengan rekor penjualan yang fantastis di masanya.</p>
<p>Perkenalannya dengan musik keroncong diawali ketika bersama dengan The Favourite&#8217;s saat menelurkan album pertamanya, Mus Mulyadi membawakan sebuah lagu berjudul Kr Selamat Jalan. Sehingga oleh produser, Mus Mulyadi diarahkan ke album solo, karena dianggap membawa keberuntungan mengantarkan lagu-lagu keroncong. Terbitlah album solo pertamanya bertajuk Dewi Murni dan Kota Solo. Scara mengejutkan album ini menjadi album laris dan terjual hingga satu juta keping.</p>
<p>DISKOGRAFI<br />
Album Babd:<br />
1. Jaka Tarub Ariesta Birawa-Pop/Indonesia) Dimita-1967<br />
2. Persembahanku (The Exotic-Pop/Singapura) Life -1971<br />
3. Jauh di Mata (The Exotic-keroncong/Singapura) Life -1971<br />
Album Solo<br />
1. Terlambat Cintaku (vol 1/Pop) Disco<br />
2. Dewi Murni (Keroncong) Indra<br />
3. Rek Ayo Rek (Jawa) Indra<br />
4. Mawar Merah (Keroncong) Indra<br />
5. Guruku Yang Cantik (Melayu) Indra<br />
6. Hitam Manis (Dangdut ) Indra<br />
7. Aduh Sakit, Aduh Pedih (Melayu) Indra/Golden<br />
8. Anak Haram, Siksa Kubur (Melayu) Indra/Remaja<br />
9. Selamat Tinggal (Pop) Remaja<br />
9. Saat-saat Perpisahan (Melayu/Record&#8217;Malaysia ) Wallj<br />
Album Duet<br />
1. Kukenang Wajahmu (duet&#8217;Laily Dimyatie/Pop) Mutiara<br />
2. Saling Menolong (duet Laily Dimiyatie/Pop) Son Jaya<br />
3. Sehidup Semati (duet&#8217;Tetty Kadi/Pop) Indra<br />
4. Seminggu di Malaysia (duet&#8217;Irni Yusnita/Melayu) Indra<br />
5. Bagong Adu Ayam (duet&#8217;Titiek Sandhora/Jawa( Indra<br />
6. Siksa Kubur (duet&#8217;Ida Laila/Dangdut) Golden Hand<br />
7. Suara Hati (duet&#8217;Ida Laila/Dangdut) Golden Hand<br />
8. Cukup Sekali (duet Ida Laila/Dangdut) Golden Hand<br />
9. Cinta dan Air Mata (duet&#8217;Ida Laila/Dangdut) Golden Hand<br />
10. Yale-yale (duet&#8217;Waljinah/Jawa) Golden Hand<br />
11. Hening (duet&#8217;Hetty/Keroncong) Musica<br />
12. Raja &amp; Ratu Langgam Jawa (bersama&#8217;Waljinah/Jawa GNP<br />
Album Kompilasi dan Sigle:<br />
1. Perpisahan (bers&#8217;Ervina-Mandarin/single) Indra<br />
2. Album Sukses (duet&#8217;Ida Laila/Dangdut) Mahkota<br />
3. 20 Keroncong (Album Solo) Blackboard<br />
4. Mesti Ne Yo Ngono (bers&#8217;Artis JK-Pop-dut/Single JK Record<br />
( )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=66&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/mus-mulyadi-si-raja-keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Tewasnya Brian Jones</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/misteri-tewasnya-brian-jones/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/misteri-tewasnya-brian-jones/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 08:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[September 16, 2006 Misteri Tewasnya Brian Jones KEMATIAN prematur bintang musik rock yang masih diselimuti misteri sampai kini dialami Brian Jones, pendiri Rolling Stones. Sampai kini ada beberapa versi yang dianggap sebagai penyebab kematian Jones yang tenggelam dalam kolam renang di rumahnya di Cotchford Farm, Sussex, 3 Juli 1969 dalam usia 27 tahun. MENURUT hasil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=65&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>September 16, 2006</p>
<p>Misteri Tewasnya Brian Jones</p>
<p>KEMATIAN prematur bintang musik rock yang masih diselimuti misteri sampai kini dialami Brian Jones, pendiri Rolling Stones. Sampai kini ada beberapa versi yang dianggap sebagai penyebab kematian Jones yang tenggelam dalam kolam renang di rumahnya di Cotchford Farm, Sussex, 3 Juli 1969 dalam usia 27 tahun.</p>
<p>MENURUT hasil riset wartawan musik, Rob Chapman, dalam majalah Mojo edisi bulan Juli 1999, Jones sesungguhnya merupakan sosok berkepribadian ganda. Di satu pihak ia kasar, namun juga melankolis. Jones bisa bersikap sangat tidak menyenangkan kepada setiap orang di sekitarnya, tetapi juga mempunyai karisma yang membuat kagum siapa pun.</p>
<p>Jika berbicara, Jones berkata-kata dengan lembut dan termasuk pribadi yang pemalu. Namun, dia dikenal juga sebagai peminum alkohol berat yang dipuja-puja oleh banyak perempuan dan sering memiliki beberapa pacar sekaligus. &#8220;Singkat kata, Brian pribadi yang sangat tidak menyenangkan,&#8221; kata penabuh drum Stones, Charlie Watts.<span id="more-65"></span></p>
<p>Jones dengan mudah melahap semua pelajaran mulai SD sampai SMU dengan nilai-nilai istimewa sehingga akan dengan gampang masuk ke universitas mana pun. Tetapi, Jones tidak tertarik melanjutkan pendidikan dan lebih suka bekerja serampangan untuk melawan kemauan orangtuanya sekaligus untuk mengumpulkan uang.<!--more--></p>
<p>Dalam usia 14 tahun, Jones menghamili seorang perempuan dan di saat yang sama memacari istri orang lain. Di Kota Cheltenham yang kecil dan muram, Jones yang berusia 17 tahun sudah tidak betah lagi tinggal di rumahnya.</p>
<p>&#8220;Ia memulai karier musik sebagai pemain klarinet dalam sebuah band jazz Cheltone Six,&#8221; kata vokalis Stones, Mick Jagger. Bukan hanya klarinet, Jones ketika itu sudah menjadi pemusik multi-instrumentalis yang andal dengan keahlian memainkan saksofon, gitar, dan piano.</p>
<p>Setelah sempat sebentar bergabung dengan band rock and blues The Ramrods, Jones berkenalan dan langsung menjadi sahabat dengan Alexis Korner yang memimpin band Blues Incorporated. Kagum melihat kemampuan musikal luar biasa yang dimilikinya, Korner mengundang Jones ke London.</p>
<p>Setelah beberapa bulan di London bersama Blues Incorporated pada tahun 1962 itu, Jones memulai upaya untuk membentuk band sendiri. Orang pertama yang direkrut Jones adalah Watts yang ketika itu menjadi pemain drum untuk Blues Incorporated. Ia lalu memasang sebuah iklan pendek untuk mencari pemusik-pemusik lainnya di harian Jazz News.</p>
<p>Jones menamakan bandnya Rolling Stones, diambil dari judul sebuah lagu pemusik blues asal Amerika Serikat (AS), Muddy Waters. Daya tarik Jones sebagai pemusik jagoan, juga wajah ganteng serta aksi panggungnya yang atraktif, dengan mudah menarik minat Jagger dan Keith Richards (gitar) serta Bill Wyman (bas) untuk segera bergabung.</p>
<p>Pacar Jones dalam periode 1961-1963 adalah Pat Andrews, yang juga melahirkan anak Jones. Anak haram dari Andrews ini merupakan putra yang ketiga bagi Jones. Dua putranya yang pertama dan yang kedua, juga berasal dari dua perempuan yang berbeda.</p>
<p>&#8220;Pada awalnya, Mick dan Keith sangat mengidolakan Brian. Namun, lama-kelamaan mereka merasa lebih hebat dibandingkan Jones. Mick dan Keith berasal dari Kota Dartford dan merasa sebagai anak-anak London yang serba tahu. Lalu ada Brian yang berasal dari Cheltenham yang kecil, yang berwajah tampan, dari keluarga intelektual dan menguasai musik. Inilah yang membuat Mick dan Keith iri hati kepada Brian,&#8221; tutur Andrews.</p>
<p>Pada hari-hari itu, Jones dengan tegas selalu mengatakan bahwa dialah yang memimpin Stones dan menerima bayaran lebih besar dibandingkan anggota yang lain-lainnya. &#8220;Kami selalu beranggapan bahwa dia orang yang menyandang beban emosional dan psikologis yang terlalu berat, yang membuat penderitaan dia tidak pernah berhenti,&#8221; kata Wyman.</p>
<p>&#8220;Sejak awal, dia sudah menderita penyakit paranoia,&#8221; ungkap pacar Jones yang lain, Kathy Etchingham. &#8220;Kondisi psikologisnya terus memburuk hari demi hari. Ia lebih sering mabuk dan semakin banyak memakai narkotika. Dia masih muda, namun terlalu banyak masalah,&#8221; tambah Watts.</p>
<p>Menurut Watts, salah satu beban psikologis terberat adalah ambisi Jones untuk menjadi vokalis Stones. &#8220;Padahal, dia bukan vokalis yang bisa diandalkan. Napasnya pendek karena dia penderita asma. Dan dia selalu ingin menjadi pemimpin, sekalipun dia tak mampu memimpin,&#8221; kata Watts.</p>
<p>Brian terlalu berambisi untuk menjadi pemimpin kami. Dia cemburu kepada kami semua, itulah sifat buruk dia. Dalam sebuah band, vokalis selalu menjadi pusat perhatian. Dan Brian tidak menyukai kondisi ini karena merasa layak mendapatkan perhatian lebih besar,&#8221; kata Jagger.</p>
<p>Padahal, menurut Jagger, Jones pada awalnya diberikan peluang seluas-luasnya untuk mengatur semua masalah yang berkaitan dengan aktivitas rekaman dan konser Stones. Memang dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Stones mendapat predikat sebagai pesaing berat The Beatles.</p>
<p>Peranan bisnis Jones berkurang ketika Stones sebagai entitas bisnis mulai bersikap profesional dengan menunjuk Andrew Loog Oldham menjadi manajer pada tahun 1963. &#8220;Brian mengatakan dialah bos Stones. Dia berperan selama menjalankan tugasnya. Tetapi, begitu dia malas memainkan gitar pengiring, semuanya selesai,&#8221; kata Oldham.</p>
<p>&#8220;Brian menjadi manajer sebelum saya. Ketika manajer sungguhan mulai mengambil alih tanggung jawab, ada yang rela kehilangan peranan, dan ada juga yang tidak rela. Brian tidak rela peranannya diambil. Dia bahkan bilang kepada saya bahwa dia akan mati sebelum usia 27 tahun. Dia bersikap self destructive,&#8221; lanjut Oldham.</p>
<p>Oldham menjalankan manajemen yang disiplin terhadap Stones, yang kadang kala dinilai tangan besi. Salah satunya, demi menjaga citra Stones sebagai kelompok kaum lajang, Jones dan Wyman (waktu itu sudah berkeluarga) dilarang tampil di muka umum bersama istri atau anak masing-masing. Jones agak syok dengan aturan ini karena dia pun dilarang melakukan kebiasaan mengajak putra-putranya berjalan-jalan bebas seperti orang biasa.</p>
<p>Sepanjang tahun 1964 dan 1965, sebagian besar penggemar Stones mulai mengalihkan perhatian kepada Jagger, bukan lagi kepada Jones. Ini gejala yang wajar karena aksi panggung Jagger sebagai vokalis lama kelamaan jauh lebih seksi dibandingkan Jones. Tetapi, Jones justru menerimanya dengan sikap yang semakin negatif tanpa alasan yang jelas.</p>
<p>Ketika itu, dua kali Jones mencoba bunuh diri karena merasa tidak ada harga diri lagi. &#8220;Ia terlalu perasa dalam menanggapi apa pun. Ia tidak siap dengan semua ingar-bingar bisnis musik, mungkin sudah cukup puas dengan band kecil yang tampil satu kali seminggu saja,&#8221; kata Jagger.</p>
<p>Dalam periode 1965-1967, giliran peranan musikal Jones yang jauh menurun. Padahal, ketika itulah Stones menghasilkan lagu-lagu monumental seperti The Last Time, Satisfaction, Get Off Of My Cloud, 19th Nervous Breakdown, Paint It Black dan Let’s Spend The Night Together. Dua album terbaik Stones, Aftermath dan Between The Buttons, juga diproduksi dalam periode ini.</p>
<p>Pada tahun 1965, Jones berpacaran dengan Anita Pallenberg. Namun, hanya beberapa bulan kemudian, Pallenberg tidak tahan dan berpaling ke Richards. &#8220;Keith dan Brian menjalin hubungan yang sangat aneh. Saya orang luar dan tak mau terlibat,&#8221; tutur Jagger yang mengaku tak pernah berhasil menyibak misteri cinta segitiga itu.</p>
<p>Jones memang pantas patah hati kehilangan Pallenberg dan semakin agresif memakai narkotika yang membuatnya sempat berurusan dengan pengadilan. Pada bulan Oktober 1967, psikiater yang merawatnya menyebut Jones &#8220;sangat berpotensi untuk bunuh diri&#8221;. Di studio rekaman, Jones selalu stoned dan tidak lagi memberikan kontribusi yang memadai bagi rekan-rekannya.</p>
<p>Setahun kemudian, Jones praktis selalu absen di studio. &#8220;Dia tak pernah muncul. Dan Anda tahu apa yang terjadi jika ada yang absen, Anda tiba-tiba dianggap tidak penting lagi. Wajar juga kalau kami lalu berpikir untuk mencari pengganti dia. Kalau pun muncul, dia tampak sudah terlalu lelah,&#8221; kata Watts.</p>
<p>Ada beberapa lagu sumbangan Jones untuk Stones, namun tidak terlalu bernilai untuk direkam. Sebagai pelampiasan, Jones membuat album sendiri bertajuk Pipes Of Pan At Joujouka. Ia memainkan banyak instrumen untuk lagu sebuah film, A Degree Of Murder, bersama Jimmy Page (gitar), Nicky Hopkins (piano), dan Kenny Jones (drum).</p>
<p>Jones ikut pula membantu The Beatles dengan memainkan saksofon dalam lagu You Know My Name dan Baby You’re A Rich Man. Ketika Stones merekam lagu You Can’t Always Get What You Want, Jones seperti menghamba kepada Jagger. &#8220;Apa yang bisa saya bantu?&#8221; Jagger menjawab sinis, &#8220;Saya tidak tahu! Apa yang kamu mau bantu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia tidak muncul selama sekitar satu tahun. Kami sudah cukup sabar dan kondisi dia semakin hari semakin parah,&#8221; kata Jagger. Bersama Watts, Jagger berulang kali mencoba membantu Jones, tetapi selalu gagal. Padahal, Jagger dan kawan-kawannya saat itu bisa saja memecat Jones. Namun, itu tidak mereka lakukan.</p>
<p>Tiba-tiba, sebuah kebetulan atau kesempatan emas, datang begitu saja bagi Stones. Di awal 1969, Stones memang berencana kembali melakukan tur ke AS. Namun, rencana ini bisa batal jika Jones ikut di dalam tur tersebut.</p>
<p>Pasalnya, Jones tidak mungkin mendapat visa masuk karena sudah bolak-balik dijatuhi hukuman pengadilan gara-gara narkotika. &#8220;Menurut saya, dia tahu (akan dipecat). Keputusan ini benar-benar berat kami lakukan. Namun, Brian sudah tidak ada manfaatnya lagi. Dia terlalu sakit untuk bermain, ini sungguh menyedihkan,&#8221; kata Jagger.</p>
<p>&#8220;Saya yakin dia lebih memilih lebih baik mati saja ketika kami memecat dia karena dialah yang memulai Stones,&#8221; ungkap Watts. &#8220;Pemecatan itu menyebabkan kekosongan dalam hidup dia, khususnya usia dia masih begitu muda. Dia memang sudah cukup kaya, namun tidak berhamburan uang seperti yang dikira orang,&#8221; tambah Watts.</p>
<p>Dalam masa kosong itu, Jones membeli sebuah rumah di Cotchford Farm di dekat Sussex. Jones ditemani sopir Richards, Tom Keylock dan juga tukang-tukang yang merenovasi rumahnya yang juga sering dipekerjakan oleh Richards.</p>
<p>Jagger maupun Watts secara rutin mengunjungi Jones, yang ketika itu sedang sibuk untuk membuat band baru bersama Korner, Mitch Mitchell, John Mayall, dan Steve Winwood. Sementara Stones sudah mendapatkan pengganti Jones, yakni Mick Taylor dan sedang giat berlatih untuk sebuah konser gratis di Hyde Park pada 5 Juli 1969.</p>
<p>Larut malam pada 3 Juli 1969, Jones berenang di kolam yang dilengkapi dengan alat pemanas. Tidak ada yang menemani dia ketika itu sampai Jones ditemukan tewas mengambang di kolam.</p>
<p>Menurut polisi, penyebab kematian Jones adalah karena tenggelam. Hasil autopsi memperlihatkan hati dan jantungnya membengkak karena penggunaan narkotika dan alkohol secara berlebihan.</p>
<p>Hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya unsur amphetamine dan diphenhydramine yang terdapat dalam pil Mandrax. Di pinggir kolam renang, ada alat bantu penyedot untuk dipakai jika terjadi serangan asma.</p>
<p>Namun, keterangan dokter yang melakukan autopsi membantah Jones meninggal dunia karena serangan asmatik. &#8220;Menurut saya dia sedang mabuk. Datangnya kecelakaan ini pada Jones sebetulnya tinggal menunggu waktu saja. Dan dia tidak dibunuh,&#8221; kata teman dekat Jones, Gered Mankowitz.</p>
<p>Sejak kematian itu sampai kini, banyak buku yang diterbitkan yang berspekulasi mengenai pembunuhan Jones tersebut. &#8220;Menurut saya dia memang dibunuh,&#8221; kata Terry Rawlings, salah satu penulis buku itu.</p>
<p>Rawlings menulis bukunya antara lain berdasarkan pengakuan Frank Thorogood, salah seorang teman Jones. Di saat-saat menyabung nyawa, Thorogood kepada Keylock si tukang yang ikut merenovasi rumah Jones, membuat pengakuan mengejutkan itu pada tahun 1993.</p>
<p>Teori-teori konspirasi itu berkembang antara lain karena polisi tidak melakukan penyidikan yang memadai. &#8220;Masih banyak cerita-cerita menyeramkan yang saya tidak ungkapkan di buku saya. Polisi-polisi yang saya wawancarai hanya mengatakan &#8220;buku kamu hampir mendekati kenyataan yang sebenarnya,&#8221; ungkap Rawlings.</p>
<p>Richards sendiri tadinya tidak yakin Jones mati tenggelam karena rekannya itu perenang andal. &#8220;Saya sering berenang dengan dia. Dia bahkan sangat pandai bagaikan seorang peloncat indah,&#8221; tutur Richards.</p>
<p>Meskipun begitu, menurut Richards, mungkin saja Jones mati dibunuh. &#8220;Tetapi, jujur saja, Anda tidak akan pernah menemukan siapa yang membunuh Brian. Dia terlalu banyak beban dan beberapa kali memang mau bunuh diri,&#8221; kata Richards.</p>
<p>Misteri kematian Jones tampaknya tidak akan pernah terbongkar. Seperti kata Jagger, &#8220;Kami memang, dan akan selalu, menjadi band yang penuh misteri gelap,&#8221; kata Jagger sembari merujuk kepada &#8220;lagu setan&#8221; karya Stones, Simpathy For The Devil. (bas)</p>
<p><em>http://www.kompas.com/kompas-cetak/0309/19/Musik/570486.htm</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=65&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/misteri-tewasnya-brian-jones/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Band-band Beralbum Tunggal</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/band-band-beralbum-tunggal/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/band-band-beralbum-tunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pop Indo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Denny Sakrie/KPMI Di sepanjang karier musiknya, ada beberapa kelompok musik atau band yang hanya mampu menghasilkan sebuah album. Penyebabnya bisa beraneka ragam. Mulai dari pergeseran konsep musiknya hingga pergeseran formasi pemainnya. Bahkan, bisa juga akibat dampak dari pergeseran tren musik. Misalnya, sebuah kelompok musik hanya sempat merilis album di saat sebuah tren sesaat tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=61&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Denny Sakrie/KPMI</p>
<p>Di sepanjang karier musiknya, ada beberapa kelompok musik atau band yang hanya mampu menghasilkan sebuah album. Penyebabnya bisa beraneka ragam. Mulai dari pergeseran konsep musiknya hingga pergeseran formasi pemainnya.</p>
<p>Bahkan, bisa juga akibat dampak dari pergeseran tren musik. Misalnya, sebuah kelompok musik hanya sempat merilis album di saat sebuah tren sesaat tengah menghampiri industri musik.</p>
<p>Sebut saja Solid&#8217;80. Kelompok musik yang bermuasal dari kegiatan musik mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) angkatan 1980 ini bisa dimaklumi hanya sempat merilis sebuah album bertajuk Equivalent. Album ini dirilis pada 1985.<span id="more-61"></span></p>
<p>Setelah merilis album, sebahagian besar pendukung musiknya, seperti Glen Tumbelaka, AA Sulaiman, Emiel KWP, Setiawan Adie, Boyke Sidharta, Achink Nugroho, dan Tony Wenas telah menyelesaikan studinya. Masing-masing personel lebih berkonsentrasi pada pekerjaan yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Alhasil, Solid&#8217;80 pun akhirnya hanya berhasil mengukir satu album.</p>
<p><strong>Eksperimentasi</strong><br />
Di sisi lain, ada sebuah grup yang hanya menghasilkan satu album karena merupakan sebuah proyek eksperimentasi bermusik. Guruh Gipsy adalah contohnya. Guruh Sukarno Putra disandingkan dengan Gipsy, kelompok rock yang beranggotakan Keenan Nasution, almarhum Chrisye, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Oding Nasution. &#8220;Guruh Gipsy adalah proyek musik dengan megabudget. Rasanya kami tak mungkin untuk mengulangnya dalam album kedua. Jadi, Guruh Gipsy berhenti pada satu album saja,&#8221; jelas Rada Krisnan Nasution atau yang kerap dipanggil Keenan Nasution .</p>
<p>Ada pula sebuah band yang dibentuk karena tren sesaat dan lebih mengacu pada esensi sensasi belaka. Marissa Haque Band menjadi contoh alasan ini. Marissa Haque Band merilis album tunggal pada sekitar tahun 1982. Sosok yang berada di balik berdirinya band ini adalah Fariz Roestam Moenaf. Fariz mengaku terinspirasi ingin membuat band dengan penyanyi wanita dengan balutan sisi sensual seperti Blondie atau Nena. Marissa Haque Band yang sempat melejit dengan hit &#8220;Renungan&#8221; dan didukung oleh Fariz RM, Ekki Soekarno, Herman Gelly Effendy, dan Jimmy Paais, akhirnya memang hanya seumur jagung.</p>
<p>Jazz rock<br />
Beberapa alumni SMA 3 Setiabudi, Jakarta, pada 1981 sepakat membentuk sebuah band jazz rock dengan nama Staff. Grup ini awalnya merupakan penambahan dari trio AIR, singkatan Addie MS, Ikang Fawzy, dan Raidy Noor, yang merupakan alumni SMA 3. &#8220;Dulu kami tergabung dalam Kelompok Vokal Group SMA 3 dan berniat melanjutkannya dalam bentuk band,&#8221; ungkap Raidy Noor.</p>
<p>Staff yang terdiri atas Ikang Fawzy (vokal, drum), Raidy Noor (vokal, bas), Addie MS (piano, kibor), Riza Noor (bas), Mauly Gagola (gitar), dan Cendy Luntungan (drum), hanya berhasil merilis sebuah album lewat label Jackson Record &amp; Tapes. Selanjutnya, para personel Staff memilih jalan karier musiknya sendiri-sendiri. Ikang Fawzy bersolo karier dengan warna pop rock. Addie MS menjadi penata musik dan kini memimpin sebuah orkestra bergengsi di Tanah Air, Twilite Orchestra. Cendy Luntungan aktif menjadi drummer jazz dalam berbagai kelompok musik. Raidy Noor menjadi penata musik di berbagai album artis rekaman.</p>
<p><strong>Dasawarsa 70-an</strong><br />
Pada akhir dasawarsa 1970-an tercatat pula beberapa kelompok musik yang hanya sempat merilis sebuah album, yaitu Ekhsabhama. Personelnya, antara lain Christ Kaihatu, Tommy WS, Purnama Sultan, Greggy Manupassa, Wiwiek, dan Herry Uban. Pada tahun 80-an, Christ Kaihatu melejit dengan sederet proyek rekaman jazzy.</p>
<p>Selain itu ada pula Abbhama, yang keseluruhan pendukungnya merupakan mahasiswa jurusan musik pada Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kelompok beraliran rock progresif ini hanya bertahan sekitar setahun lebih, dengan meninggalkan sebuah album bertajuk Alam Raya. Album ini diproduksi Tala &amp; Co.</p>
<p>Di awal dekade 70-an juga tercatat beberapa band rock yang hanya sempat merilis sebuah album. Yaitu Shark Move, dengan personel Benny Soebardja, almarhum Bagu Ramchand, almarhum Soman Lubis, Janto Diablo, dan Sammy.</p>
<p><em>Sumber : Republika Senin, 03 Desember 2007</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=61&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/band-band-beralbum-tunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lagu dalam Soundtrack Film Indonesia</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/lagu-dalam-soundtrack-film-indonesia/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/lagu-dalam-soundtrack-film-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Yang membekas di benak penonton adalah adegan yang dilatari komposisi lagu. Dengan tergesa-gesa Dwi dan Sri berlari meninggalkan rumah, meninggalkan Pak Lik, sang suami yang beristri empat, tanpa pesan sama sekali. Mereka sepakat meninggalkan keruwetan rumah tangga yang unik itu. Adegan film Berbagi Suami yang dibesut Nia di Nata ini dilatari lagu lawas karya Iskandar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=60&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang membekas di benak penonton adalah adegan yang dilatari komposisi lagu.<br />
Dengan tergesa-gesa Dwi dan Sri berlari meninggalkan rumah, meninggalkan Pak Lik, sang suami yang beristri empat, tanpa pesan sama sekali. Mereka sepakat meninggalkan keruwetan rumah tangga yang unik itu. Adegan film Berbagi Suami yang dibesut Nia di Nata ini dilatari lagu lawas karya Iskandar Pergi tanpa Pesan yang di-remake grup band Sore.</p>
<p>Adegan itu terasa kontekstual dengan soundtrack lagunya, meskipun berbeda era. Tak ada kesan pemaksaan. Dan secara keseluruhan soundtrack film itu memang tidak mengintimidasi, melainkan menjadi bagian yang sinergis dari film.</p>
<p>Idealnya sebuah soundtrack memang seperti itu. Antara adegan atau setting film dan music score bersimbiosis mutualisme. Tegasnya, harus kawin. Album Berbagi Suami (Aksara Records), yang mengetengahkan music score dan sederet lagu, bisa dianggap satu contoh yang bagus untuk soundtrack film Indonesia saat ini.<span id="more-60"></span></p>
<p>Sejak bangkitnya perfilman Indonesia pada 1997 lewat film Kuldesak, album soundtrack menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan film. Kini hampir semua film Indonesia memiliki album soundtrack. Tidak semuanya berhasil, baik dalam penjualan maupun kualitas. Ada yang gagal secara komersial, tapi istimewa dalam sisi musikal. Ada juga yang berkesan asal-asal, tapi laris manis di pasar.</p>
<p>Aquarius Musikindo tercatat sebagai perusahaan rekaman yang banyak merilis album soundtrack. Selain soundtrack Kuldesak, yang lain misalnya Ada Apa dengan Cinta?, Eiffel, I&#8217;m in Love, Tentang Dia, Apa Artinya Cinta, dan Dealova. Menurut Meidi Ferialdy dari Aquarius, dari semua album soundtrack yang dirilis, Ada Apa dengan Cinta? yang digarap pasangan Melly Goeslaw dan Anto Hoed terjual sekitar 700 ribu keping serta album Dealova terjual sekitar 250 ribu keping.</p>
<p>Dari Sony BMG Indonesia hadir Rumah Ke Tujuh, Tusuk Jelangkung, 30 Hari Mencari Cinta, Brownies, Gie, Cinta Silver, dan Vina Bilang Cinta. &#8220;Soundtrack produksi Sony BMG yang berhasil dalam penjualan adalah 30 Hari Mencari Cinta, sekitar 500 ribu keping,&#8221; ungkap Jan N. Djuhana dari Sony BMG. Album soundtrack yang unggul secara musikal, seperti Gie, malah gagal dalam pemasaran. &#8220;Album Gie memang untuk masyarakat luas terasa berat,&#8221; Jan menambahkan.</p>
<p>Pihak Miles Film malah merilis Gie dengan menampilkan music score yang digarap dalam bentuk chamber music oleh Thoersi Agreswara, penata musiknya. &#8220;Sebetulnya kami ingin juga menampilkan music score, tapi pihak major label tidak berkenan dengan alasan sulit dijual. Akhirnya kami memutuskan untuk merilis music score Gie walau tidak dalam jumlah banyak,&#8221; kata Mira Lesmana, produser Gie.</p>
<p>Tak bisa dimungkiri, masyarakat kita memang belum terbiasa menyimak music score secara utuh seperti di mancanegara. &#8220;Kami menyadari hal itu, makanya dalam album soundtrack Berbagi Suami diambil solusi menampilkan lagu dan score,&#8221; tutur Nia di Nata.</p>
<p>Addie M.S. bisa dianggap beruntung karena album soundtrack film Biola Tak Berdawai, yang disutradarai Sekar Ayu Asmara, dirilis oleh Warner Music Indonesia dengan 90 persen isinya music score yang dimainkan Victorian Philharmonic Orchestra Australia. Dan, seperti bisa ditebak, album Biola Tak Berdawai memang gagal dalam penjualan.</p>
<p>Kejadian seperti itu semakin menguatkan opini bahwa wujud sebuah lagu dalam album soundtrack masih memegang takhta dibanding music score. Bahwa yang membekas di benak penonton setelah menonton film adalah kelebat adegan yang dilatari komposisi lagu.</p>
<p>Dan itu telah berlangsung sejak dulu. Dalam film Menanti Kasih (1949), yang disutradarai Mohammad Said H.J. dengan pemeran utama A. Hamid Arief dan Nila Djuwita, penonton dipastikan lebih mengenang theme song-nya, Menanti Kasih, yang dinyanyikan Bing Slamet.</p>
<p>Tradisi film dengan menghadirkan sederet lagu sebagai soundtrack terlacak pada film Terang Boelan (Het Eilan der Droomen), yang dibintangi Roekiah dan Rd. Mochtar. Dalam buku Katalog Film Nasional yang disusun J.B. Kristanto tercatat bahwa film Pantjawarna (1941), yang dibintangi Dhalia dan Mochtar Widjaja, diiringi 12 lagu keroncong yang sedang hit. Film itu juga dianggap sebagai film musikal pertama di negeri ini. Film-film lain yang pantas dicatat adalah Asmara Dara (1958) dan Tiga Dara (1956), garapan sineas Usmar Ismail dan musiknya oleh Syaiful Bachrie.</p>
<p>Memasuki 1970-an mulai bermunculan album-album soundtrack yang didominasi oleh Idris Sardi, antara lain Dunia Belum Kiamat (1971) yang oleh Nyak Abbas Akup (sang sutradara) disebut sebagai operette pop, Pengantin Remaja (1971) yang theme song-nya dianggap mirip Love Story-nya Francis Lai, Cinta Pertama (1973) dengan penyanyi Anna Mathovani dan Broery Marantika, Cinta (1975) dengan penyanyi Marini dan Idris Sardi, dan masih sederet panjang lagi.</p>
<p>Idris Sardi memiliki kekuatan menggarap soundtrack bertema romansa dan drama. Dengan gesekan biolanya yang khas, dia pada akhirnya mencuatkan tipikal dalam penggarapan karya-karya lagunya yang cenderung mellow dan sarat harmoni minor, misalnya pada lagu Cinta Pertama, Satu-Satu, dan Musim Bercinta pada film Cinta Pertama, lagu Christina untuk film Christina (1977), atau lagu Karmila untuk film Karmila (1974).</p>
<p>Lalu ada juga album soundtrack yang digarap A. Riyanto, seperti Akhir Sebuah Impian (1973), yang menampilkan penyanyi Emillia Contessa, Broery Marantika, dan Benyamin S. Juga soundtrack Kasih Sayang (1974) dengan penyanyi Broery Marantika, Tanty Josepha, dan Titiek Sandhora, Romi dan Juli (1974) dengan penyanyi Tanty Josepha dan Rano Karno.</p>
<p>Pada 1980-an, soundtrack film-film remajalah yang bertakhta. Setidaknya album soundtrack sekuel film Catatan Si Boy menjadi hit dengan lagu-lagu seperti Theme Song Catatan Si Boy, yang dibawakan Ikang Fawzy, hingga Emosi Jiwa, yang dilantunkan Yana dan Lita. Juga soundtrack film Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati, yang menampilkan lagu-lagu karya Guruh Soekarno Putra yang dinyanyikan Chrisye.</p>
<p>Namun, album soundtrack yang tak lekang dimakan zaman adalah Badai Pasti Berlalu (1977) garapan Eros Djarot dan didukung penyanyi Chrisye dan Berlian Hutauruk. Album ini dianggap tonggak pencapaian estetika baru dalam musik pop Indonesia. Sejak dirilis pada 1978, album produksi PT Irama Mas ini terus dicetak ulang. Tak ada data yang akurat perihal penjualannya. Tapi tak berlebihan jika album yang pada 1999 direkonstruksi ulang dengan aransemen garapan Erwin Gutawa ini dianggap sebagai album soundtrack fenomenal hingga kini.</p>
<p><strong>Denny Sakrie</strong>, pengamat musik<br />
Koran Tempo Senin, 01 Mei 2006</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=60&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/lagu-dalam-soundtrack-film-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Album Soundtrack Film Indonesia</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/jejak-album-soundtrack-film-indonesia/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/jejak-album-soundtrack-film-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Dua insan bertemu muka bagai merpati sejoli berpandangan,bertatapan berpasangan di persimpangan Kasih bibirmu merah delima wangi seperti rambutmu halus bagai angin senja sesuci semurni kasihmu aku terperangkap dalam pelukan cinta pertama Lirik bermuatan romantisme yang dilantunkan penyanyi Anna Mathovani ini mengiringi langkah Ade (Christine Hakim) dan Bastian (Slamet Rahardjo) dalam film Cinta Pertama (1973) besutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=59&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dua insan bertemu muka<br />
bagai merpati sejoli<br />
berpandangan,bertatapan<br />
berpasangan di persimpangan</p>
<p>Kasih bibirmu merah delima<br />
wangi seperti rambutmu<br />
halus bagai angin senja<br />
sesuci semurni kasihmu<br />
aku terperangkap dalam pelukan<br />
cinta pertama</em></p>
<p>Lirik bermuatan romantisme yang dilantunkan penyanyi Anna Mathovani ini mengiringi langkah Ade (Christine Hakim) dan Bastian (Slamet Rahardjo) dalam film Cinta Pertama (1973) besutan sutradara almarhum Teguh Karya. Lagu yang diciptakan Idris Sardi ini sangat populer pada zamannya. Apalagi, pada Festival Film Indonesia (FFI 1974) Idris Sardi berhasil meraih Piala Citra untuk Ilustrasi Musiknya.<span id="more-59"></span></p>
<p>Lagu-lagu yang menghiasi film tersebut selain Cinta Pertama adalah Musim Bercinta yang dibawakan Broery Pesolima, Satu Satu, dan sederet music score dengan dominasi biola maut Idris Sardi. Lagu-lagu itu lalu dikemas dalam album soundtrack yang dirilis oleh Nirwana Records .</p>
<p>Patut dicatat bahwa pada dekade 1970-an Idris Sardi nyaris menggarap ilustrasi musik sekitar 80 persen film-film Indonesia. Idris Sardi melalui berbagai perusahaan rekaman, seperti Bali Record hingga Nirwana Record, merilis sederet album soundtrack-nya, antara lain Dunia Belum Kiamat (1971) yang oleh sutradara Nya&#8217; Abbas Akup disebut sebagai operet pop. Lalu ada pula Pengantin Remaja (1971) yang dibintangi pasangan abadi, Sophan Sophiaan dan Widyawati, yang theme song-nya oleh sebagian orang dianggap mirip Love Story milik komposer Francis Lai.</p>
<p>Idris Sardi tak diragukan lagi memang memiliki kekuatan menggarap soundrack bertema romansa dan drama. Dengan gesekan biolanya yang khas dan melodius, pada akhirnya melambungkan tipikal yang mudah dikenali dalam penggarapan komposisinya yang cenderung bernuansa mellow dan digenangi harmoni minor. Contohnya, lagu Cinta Pertama, Musim Bercinta, dan Satu Satu dari film Cinta Pertama. Lagu Karmila dari film Karmila (1974) hingga tembang Christina yang dinyanyikan Rafika Duri dalam film Christina (1977).</p>
<p>Mulai menghiasi film Indonesia<br />
Sejak kapan sebetulnya tradisi album soundtrack berpendar dalam dunia hiburan negeri ini? Hadirnya menu lagu-lagu soundtrack/I&gt; bermuara pada film hitam putih Terang Boelan (Het Eilan der Droomen) besutan Albert Balink pada 1937 yang menampilkan aktor Rd Mochtar (berperan sebagai Kasim) dan aktris Roekiah (berperan sebagai Rohaja) .</p>
<p>Dalam buku Katalog Film Nasional yang disusun JB Kristanto disebut bahwa film bertajuk Pantjawarna (1941) yang dibintangi aktris Dhalia dan Mochtar Widjaja telah menyusupkan sekitar 12 lagu bertema keroncong yang tengah popular di masyarakat. Film besutan sutradara Njoo Tjeong Seng ini juga disebut sebagai film musikal pertama Indonesia. Film Menanti Kasih (1949) arahan sutradara Mohammad Said HJ dengan bintang utama A Hamied Arief dan Nila Djuwita juga telah melejitkan lagu temanya Menanti Kasih yang dilantunkan Bing Slamet sebagai hit.</p>
<p>Di samping itu, film-film yang bertaburan lagu-lagu seperti Tiga Dara (1956) dan Asrama Dara (1958), karya Usmar Ismail dengan musik yang digarap Saiful Bachrie juga merupakan highlight pada zamannya.</p>
<p>Di masa-masa awal, lagu-lagu soundtrack film itu hanya bisa disimak saat menyaksikan film atau terdengar di Radio Republik Indonesia (RRI). Sangat jauh berbeda dengan kondisi paruh dasawarsa 70-an hingga sekarang, di mana lagu-lagu soundtrack bisa dinikmati dalam sebuah album khusus.<br />
Selain Idris Sardi, pada era 70-an juga kita mengenal sosok A Riyanto yang menghasilkan soundtrack film Akhir Sebuah Impian (1973) yang mempertemukan penyanyi Emillia Contessa dan Broery Pesolima dalam adegan film serta didukung pula dengan lagu-lagu jenaka Benjamin S.</p>
<p>Soundtrack yang pantas dikenang juga adalah dari film Romi dan Juli (1974) dengan didukung bintang cilik Yessy Gusman dan Rano Karno. Lagu-lagu dalam film ini dilantunkan Rano Karno dan Tanty Josepha.</p>
<p>Jelang akhir dasawarsa 70-an, pemusik Eros Djarot dari Barong&#8217;s Band yang baru saja tiba dari Jerman mulai menggarap sederet film karya Teguh Karya seperti Kawin Lari, Perkawinan dalam Semusim, hingga Badai Pasti Berlalu. Dari film-film tersebut yang dijadikan album soundtrack adalah Kawin Lari (Nirwana 1976) dengan menampilkan Barong&#8217;s Band serta duet antara aktor Slamet Rahardjo dan aktris Titi Qadarsih dalam sebuah lagu bergaya stambul kroncong, dan yang fenomenal, Badai Pasti Berlalu (Irama Mas 1977).</p>
<p>Dalam album ini menampilkan penyanyi Berlian Hutauruk dan Chrisye serta didukung para pemusik andal, seperti Yockie Soerjoprajogo, Debby Nasution, Fariz RM, dan Keenan Nasution. Hampir semua lagu-lagu di album ini seperti Pelangi, Matahari, Merpati Putih, Angin Malam, Merepih Alam, Cintaku, Semusim, Badai Pasti Berlalu, dan Serasa, berhasil menjadi hit. Hampir semua radio memutar lagu-lagu dari film yang diangkat dari novel karya Marga T itu. Album ini dianggap sebagai tonggak pencapaian estetika baru dalam konteks musik pop Indonesia.</p>
<p>Di era ini juga bermunculan berbagai soundtrack dari genre musik rock dan dangdut. Album soundtrack film Duo Kribo (1978) yang dibintangi Ahmad Albar dan Ucok AKA Harahap dengan musik yang digarap Ian Antono juga menuai sukses, terutama pada lagu Panggung Sandiwara yang liriknya ditulis oleh sastrawan, Taufiq Ismail.</p>
<p>Film-film yang dibintangi Rhoma Irama juga banyak menetaskan sederet album soundrtrack, seperti Berkelana, Darah Muda, Cinta Segitiga, Raja Dangdut, Melody Cinta, Begadang, Gitar Tua, Satria Bergitar, dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Tema remaja</strong><br />
Pada dasawarsa 80-an, album soundtrack film-film bertema drama remaja yang menguasai pasar. Misalnya sekuel Catatan Si Boy yang menghasilkan banyak hit, seperti Catatan Si Boy yang dinyanyikan Ikang Fawzy, Emosi Jiwa oleh Yana dan Lita, Terserah Boy (Atiek CB), hingga Shame On Me (Jackie). Termasuk pula soundtrack film Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati yang mengetengahkan karya Guruh Soekarno Putera lewat suara lembut Chrisye.</p>
<p>Itu belum termasuk album soundtrack sohor lainnya, seperti Lupus IV, Anak Anak GASS, Merpati tak Pernah Ingkar Janji, Ranjau Ranjau Cinta, Seindah Rembulan, dan banyak lagi lainnya. Sinergi antara film dan musik yang terwakili dalam album soundtrack ini kini telah mencapai kurun waktu yang telah berhasil menuai sukses saat sekarang ini. Lihatlah sekarang ini hampir semua film Indonesia yang beredar dan juga sinetron senantiasa dibarengi dengan pemunculan sebuah album soundtrack.<br />
(Denny Sakrie/KPMI )</p>
<p><em>Republika Senin, 26 Nopember 2007</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=59&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/22/jejak-album-soundtrack-film-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Dua Biola Ajaib (&#8220;Zaubergeigen&#8221;)</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/kisah-dua-biola-ajaib-zaubergeigen/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/kisah-dua-biola-ajaib-zaubergeigen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[- Tentang Idris Sardi dan Helmut Zacharias BIOLA Jiwaku memang judul lagu ciptaan Mochtar Embut, tetapi pastilah itu juga semboyan Helmut Zacharias dan Idris Sardi. Kedua nama terakhir ini dikenal sebagai violis yang pernah mengembangkan musik hiburan dengan ciri khas masing-masing. THE Violin Was His Soul juga menjadi judul Gema News 162 tatkala mengulas tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=57&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>- Tentang Idris Sardi dan Helmut Zacharias</p>
<p>BIOLA Jiwaku memang judul lagu ciptaan Mochtar Embut, tetapi pastilah itu juga semboyan Helmut Zacharias dan Idris Sardi. Kedua nama terakhir ini dikenal sebagai violis yang pernah mengembangkan musik hiburan dengan ciri khas masing-masing.</p>
<p>THE Violin Was His Soul juga menjadi judul Gema News 162 tatkala mengulas tentang Helmy–panggilan akrab Helmut–khususnya ketika violis ini merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 27 Januari 2000 lalu.</p>
<p>Lalu mengapa kedua nama itu disandingkan dalam tulisan ini? Helmut Zacharias–selanjutnya HZ–dijuluki empu biola yang menghibur dan membuai. Idris Sardi pada satu saat di masa lalu sempat dijuluki &#8220;HZ Indonesia&#8221;. Boleh jadi seperti halnya HZ, penampilan Idris di tempat hiburan seperti di Wisma Nusantara, Jakarta, tidak saja menggerakkan<span id="more-57"></span> pengunjung–lokal dan bule–untuk berdansa di dua lantai yang tersedia.</p>
<p>Come Prima (ciptaan Paolo Taccani), Jalousie (Jacob Gade), juga Czardas (Monti) adalah lagu-lagu populer yang di masa lalu menjadi favorit Idris Sardi dengan ansambel beranggotakan 17 orangnya. Czardas, khususnya, dikenal sebagai lagu pengantar minum Hongaria yang memang tampaknya digubah untuk dihadirkan dalam pesta, dan lazimnya dimainkan sebagai lagu terakhir.</p>
<p>Menyusuri kembali jejak karier dan permainan biola HZ dan Idris Sardi mungkin dapat kembali menyegarkan ingatan tentang salah satu genre dalam musik hiburan. Mengapa kedua nama tersebut disandingkan? Karena di masa lalu tidak sedikit orang di sini yang mengasosiasikan Idris dengan Helmy, dan ternyata di sana-sini ternyata keduanya punya latar belakang kehidupan mirip. Idris menuturkan, dulu ia sering mengikuti persis-persis permainan biola Helmy saat piringan hitam pemusik Jerman ini diputar.</p>
<p>FRED Weyrich adalah orang Jerman sobat HZ yang banyak mengikuti perjalanan idolanya itu. Meski sobat ini telah tutup usia 30 Desember 1999, ia sempat meninggalkan catatan yang menarik tentang HZ. Ia memulai kisahnya dengan sebuah anekdot.</p>
<p>Surga di atas sana, katanya, juga diisi oleh biola. Satu saat terjadi perdebatan secara fortissimo di antara mereka. Topiknya mengenai siapa di antara mereka yang telah dimainkan oleh solois paling masyhur saat berinkarnasi di dunia.</p>
<p>Masing-masing bersikeras, &#8220;pemainku adalah yang paling terkenal.&#8221; &#8220;Mari kita tanya mereka saja,&#8221; ujar Stradivarius yang arogan. &#8220;Solois kita toh semua sudah ada di sini, di distrik surga bernama Sordino Finale!&#8221;</p>
<p>Itu lalu memicu pula argumen di antara violis hebat. Barnabas von Geczy berdebat dengan Stephane Grappelli, Menuhin dengan Oistrach. Jebakan terbesar menyangkut biola Paganini.</p>
<p>St Petrus tentu saja tidak senang dengan kejadian itu, dan ia pun mengatakan: &#8220;E malulah kalian, penghuni sombong yang tidak menghormati tuan rumah. Tetapi saya harus mempertajam nada di sini. Kalian semua lupa, bahwa sebuah biola yang jauh lebih masyhur daripada biola kalian semua sekarang ini masih ada di Bumi dan tidak meninggalkan sisi empunya, dan terus menjaga mimpinya. Ia lah yang paling terkenal: Helmut Zacharias.&#8221; Semua–solois dan biola mereka–lalu kembali ke distriknya masing-masing molto lamentoso.</p>
<p>Ya, itu sekadar riwayat kecil. Tetapi bahwa itu pernah diceritakan, pesannya jelas, yaitu sebagai pengakuan pada kemasyhuran HZ. Di balik kemasyhuran itu, HZ tetap rendah hati, malah cenderung kagok. Ia tak pernah bersikap bak seorang bintang, meskipun kenyataan demikian.</p>
<p>Hanya saja &#8220;biola belahan jiwa&#8221; itu sejak dua tahun terakhir sebelum HZ berusia 80 hanya bisa tergeletak di sisinya, karena memori pemainnya telah dirongrong oleh penyakit Alzeimer, yang tak seorang pun dapat menolongnya, tidak juga Hella, istrinya, serta anak- anaknya.</p>
<p>HZ, dan juga Idris Sardi, bahkan sedari embrio sudah berlimpah dalam musik. Ayah HZ adalah violis dan kepala kapel, sementara ibunya seorang penyanyi. Tak lama setelah bisa berdiri, pada usia 2,5 tahun, ayahnya telah menaruh sebuah biola di tangannya. Dasar berbakat, tak lama kemudian HZ kecil bisa memainkan Hanschen Klein dengan instrumen itu. Lalu sebelum mengenal ABC, HZ sudah fasih dengan not, membuat ayahnya memikirkan untuk memberi anaknya yang saat itu berusia 4,5 tahun pendidikan musik serius. Subyek pertamanya tentu saja: biola.</p>
<p>Pada usia enam tahun, Helmut sudah naik sebuah panggung kabaret Faun on Friedrichstrasse dan memperlihatkan pada para warga Berlin apa yang mampu ia mainkan. Itulah tangga pertama menuju sukses.</p>
<p>Menurut catatan Fred Weyrich, HZ membuat debut radio dengan memainkan Konserto Biola Mozart dalam G Mayor saat ia berusia 11 tahun. Tidak mengherankan kalau Mozart merupakan sebagian repertoar favoritnya, keduanya toh berulang tahun pada tanggal yang sama, 27 Januari.</p>
<p>Ketika berusia 14 tahun, HZ sudah berkonser di luar batas Kota Berlin, sampai kemudian pada tahun 1935, saat berusia 15 tahun, HZ sudah tampil di teater Wintergarten Berlin, satu ibu kota dunia, sebagai virtuos biola.</p>
<p>Penghargaan dan karier cemerlang terus mengiringi HZ, apalagi ia juga lolos dari Perang Dunia II. Dalam perkembangannya, HZ menemukan satu jenis musik menyenangkan, namun dalam jenis yang sepenuhnya berbeda dari apa yang ia geluti sejauh itu, yakni swing. Sebenarnya swing sudah hadir di Jerman sejak tahun 1936, tetapi segera dilarang oleh Dr Goebbels. Di lingkungan Nazi, impor dari Amerika itu sempat dianggap sebagai &#8220;musik Negro dekaden&#8221;.</p>
<p>Namun, toh akhirnya pada tahun 1941 HZ bisa menampilkan dan merekam musik swing bersama lima pemusik lain di Berlin. &#8220;Violis musik klasik yang duduk&#8221;, kini telah berubah menjadi &#8220;violis swing yang berdiri&#8221;.</p>
<p>Seusai PD II, kegiatan rekaman Deutsche Grammophon aktif lagi dan banyak mencari bintang untuk diorbitkan dengan label Polydor. HZ yang ikut terpilih di antara bintang lalu menemukan itu sebagai jalan untuk merambah karier internasional. Pada tahun 1950, permainan HZ sudah diperdengarkan di semua radio Jerman, dengan AFN Frankfurt menyebutnya sebagai &#8220;violis jazz terbaik di dunia&#8221;. Di Hamburg-lah HZ membuat rekaman mengesankan, baik sebagai solois, komposer, penata musik, dan konduktor orkes besar dan kecil.</p>
<p>HZ membuat dunia tergerak dengan swing melalui lagu Wenn der Weisse Flieder Wieder Bluht (&#8220;When the White Lilac Blooms Again&#8221;).</p>
<p>SEBAGAIMANA HZ yang dikenal punya kemampuan unik untuk menata musik gesek, brass, serta biola solo, di sini pun Idris punya kemampuan seperti itu.</p>
<p>Violis yang akan tampil lagi 18 Juni 2003 mendatang di Jakarta ini dalam berbagai hal memiliki kemiripan dengan HZ. Misalnya tentang latar belakang seni pada ayah-ibu, Idris pun juga demikian, dengan bapak instrumentalis klasik dan ibu pemain film.</p>
<p>Sebagaimana HZ yang mendapat biola pada usia muda, Idris pun demikian, dan diikuti dengan disiplin latihan yang sangat keras, seperti bangun pukul 05.00 untuk berlatih nada-nada panjang. Ia akan kena jewer keras bila permainannya fals.</p>
<p>Lalu bila HZ setelah memainkan banyak konserto klasik beralih ke swing, Idris pun menempuh jalan serupa. Pilihannya bukan sekadar swing, tetapi pengembaraan ke berbagai musik Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, Idris lebih terpanggil untuk memainkan Bengawan Solo dan Es Lilin daripada Czardas atau Jalousie.</p>
<p>Namun ketika merefleksikan perjalanan permainan biolanya, Idris yang cenderung merendah mengatakan, apa pun yang akan dimainkan, yang ingin main harus mempelajari teknik yang benar, dalam hal ini adalah melalui jalur pendidikan musik klasik.</p>
<p>Sambil mengakui kembali bahwa memainkan biola merupakan hal sulit, Idris mengenang kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah ia tekuni. Antara lain dikatakan, menggesek biola yang baik memang bertujuan untuk menghasilkan musik yang baik, yang tidak boleh cacat. Itu sebabnya ia banyak menjelajahi teknik, misalnya untuk mengetahui bahwa kekuatan permainan ada di ruas-ruas jari, tidak pada lengan.</p>
<p>Idris yang juga akan memperingati 50 tahun karier profesionalnya–yang ditetapkan sejak ia menjadi concert master di Orkes Simfoni Jakarta tahun 1953–lahir 7 Juni 1938 dan mulai belajar biola saat berusia tujuh tahun (tahun 1945).</p>
<p>Setelah melanglang ke musik biola Barat, hati Idris memang lebih tertambat pada musik- musik gubahan Indonesia, yang meski digubah dengan teknik Barat dan ditulis dalam not yang juga Barat, tetapi hanya akan bagus bila dimainkan dengan jiwa Indonesia.</p>
<p>Mungkin jiwa itu sendiri lalu memang tumbuh setelah ayahnya dulu sering mengajaknya bertandang ke rumah komponis Ismail Marzuki, yang dikenal sebagai pencipta lagu-lagu (perjuangan) yang sangat kuat bernuansa Indonesia.</p>
<p>Semula Idris pun tidak percaya, bahwa ada elemen ruh dalam permainan musik, mengingat semula ia melihat biola merupakan instrumen Barat. Namun dalam perjalanan, Idris memang berhasil menemukan cengkok dalam musik, hal yang membuat musik India terdengar India, musik Cina terdengar Cina. Idris selanjutnya terpanggil untuk mendalami musik keroncong, bahkan musik Minang, dan musik dangdut sekalipun.</p>
<p>MENJELANG penampilannya kembali, Idris yang menjelang usia 65 tahun tentulah punya concern terhadap permainan biola di negerinya. Sebagai sosok yang telah menyusuri jalan panjang permainan biola, ia telah fasih menceritakan, bagaimana main biola tidak saja menuntut konsentrasi pada tangan kiri, tangan kanan, membuka telinga, tetapi juga kehalusan rasa.</p>
<p>Generasi muda Indonesia mungkin kini telah punya lebih banyak kesempatan untuk mempelajari instrumen ini dengan metode-metode lebih baik, apakah itu dengan membaca buku Suzuki, Hohmann, dan lain sebagainya. Metode tersebut, yang perlu dicamkan adalah tidak saja untuk mengembangkan teknik, tetapi juga kepekaan bermain (roso).</p>
<p>&#8220;Yang terpenting, selain bakat yang dibutuhkan untuk belajar biola adalah kecintaan yang besar terhadap instrumen ini, serta punya motivasi hidup jelas,&#8221; ujar Idris, Rabu (14/5) sore lalu, di Jakarta.</p>
<p>Satu hal yang dapat dipetik dari Idris selain teknik biola adalah semangat cinta Tanah Air. Mendengar Idris main biola serta-merta terasa bahwa yang main adalah seorang insan yang tumbuh di negeri ini. Ini juga mengingatkan orang pada permainan piano Nick Mamahit. (Ninok Leksono)<br />
<em><br />
Kompas Sabtu, 17 Mei 2003</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=57&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/kisah-dua-biola-ajaib-zaubergeigen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keabadian Rock Klasik</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/keabadian-rock-klasik/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/keabadian-rock-klasik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[APA yang membuat musik era 1970-an tetap abadi hingga kini? Dalam sebuah edisinya baru-baru ini, majalah Time menyandingkan The Beatles dengan sebuah boysband masa kini bernama NSync, dengan pertanyaan, apakah 30 tahun kemudian kita masih bisa mendengar NSync? Musik memang melekat dalam hidup sebagian besar manusia, terutama saat remaja hingga awal masa dewasa, umumnya melekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=56&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA yang membuat musik era 1970-an tetap abadi hingga kini? Dalam sebuah edisinya baru-baru ini, majalah Time menyandingkan The Beatles dengan sebuah boysband masa kini bernama NSync, dengan pertanyaan, apakah 30 tahun kemudian kita masih bisa mendengar NSync? Musik memang melekat dalam hidup sebagian besar manusia, terutama saat remaja hingga awal masa dewasa, umumnya melekat sepanjang hidup, yang menjadi nostalgia yang terasa indah dan menyenangkan ketika didengar lagi berpuluh-puluh tahun kemudian.</p>
<p>Edward Macan, dalam bukunya berjudul Rocking The Classic-English Progressive Rock and the Counterculture, berpendapat bahwa tidak satu pun musik yang berada di luar masyarakatnya. Johan Sebastian Bach dan Ludwig van Beethoven, misalnya, adalah sosok dari tempat dan masa tertentu, seperti halnya Blind Lemon Jefferson atau Charlie Parker. Jika tak satu pun musik bisa benar-benar asosial, maka tak satu musik pula yang mampu bertahan dimakan zaman. Dengan kata lain, musik yang erat dengan situasi masyarakat, akan tak lekang dimakan jaman.</p>
<p>Memang, tak peduli betapa kuatnya pengaruh musik pada audiens kontemporer, atau bahkan beberapa generasi, masyarakat tetap mengalami perubahan. Oleh sebab itu, selalu tiba saat di mana setiap jenis musik kehilangan daya cengkeramnya pada budaya massal, dan menjadi peninggalan sejarah yang hanya akan dinikmati oleh makin sedikit orang. Dan, faktor keterkaitan musik dengan situasi masyarakat tersebut, apalagi jika situasinya adalah situasi yang mendunia, menjadikan jenis musik tersebut awet, setidaknya di kalangan penikmatnya.</p>
<p>Deep Purple-seperti halnya The Rolling Stones, Led Zeppelin, The Beatles, Yes, Genesis, Pink Floyd, King Crimson, The Who, dan banyak lagi-adalah sosok yang mewakili generasi 1970-an, yang di belahan bumi Barat menyebut diri sebagai flower generation. Di milenium ketiga ini, musisi-musisi rock era 1970-an tersebut, memang mulai menjelang masa menjadi peninggalan sejarah.</p>
<p>Penikmatnya tentu tak sebanyak penikmat musisi masa kini, seperti jumlah remaja sekarang di seluruh dunia yang menjadi konsumen Britney Spears dan sekian boysband. Namun, daya cengkeram Deep Purple dan lain-lainnya, masih kuat. Tidak hanya pada remaja tempo dulu, namun juga pada sebagian lain generasi muda yang mengkonsumsi musik secara lebih serius.</p>
<p>Mengapa musik rock klasik bisa abadi? Sebagian berpendapat, rock klasik adalah jenis rock yang lahir dan populer di tahun 1970-an, saat musik rock mencapai puncaknya. Pendapat lain menyebutkan, sebuah jenis musik atau sebuah grup sudah bisa disebut klasik jika sudah berusia minimal 15 tahun. Kedua definisi ini berlaku pada musik-musik rock klasik era 1970-an.</p>
<p>Menurut Macan, musik tak bisa lepas dari masyarakat, dalam hal ini situasi yang melingkupi masyarakat tersebut, yang melahirkan emosi tertentu yang dituangkan dalam karya musik. Apa yang terjadi di era 1970-an adalah pengalaman yang membekas di benak sebagian umat manusia masa itu, yaitu invasi pasukan AS di Vietnam, yang mulai terjadi sekitar tahun 1966-1967.</p>
<p>***</p>
<p>INSPIRASI penulisan lirik rock baru terbuka di pertengahan era 1970-an, saat meletusnya perang Vietnam. The Beatles, Led Zeppelin, Pink Floyd, dan banyak lagi grup lainnya yang disebut sebagai band rock klasik, menyuarakan situasi sosial ini dalam lirik-liriknya. Genre art-rock, atau yang sekarang populer disebut rock progresif, sempat dianggap tidak berkonotasi sosial. Liriknya memang umumnya berkisar pada narasi mitologis, kisah science-fiction, dan kalimat-kalimat pseudo-ritualis. Bahkan, kelompok punk-rock di akhir era 1970-an, menyebut lirik rock progresif sebagai pelarian dari dunia nyata.</p>
<p>Beda dengan lirik musik hard-rock, yang cenderung melihat situasi sosial dari sudut pandang yang lebih &#8220;lembut&#8221;. Mereka menggemakan sebuah solusi bagi problem-problem masyarakat melalui perubahan spiritual, bukan kegiatan politik. Banyak musisiknya beranggapan bahwa musik mereka memiliki sikap revolusioner yang jauh lebih potensial dibandingkan sistem politik apa pun.</p>
<p>Di era 1970-an, gema musik rock amatlah besar, lebih besar dari jenis musik apapun. Rock menjadi gaya hidup yang dianut generasi muda di seluruh dunia, yang ditandai dengan munculnya grup-grup yang legendaris hingga kini, dan maraknya industri dan media massa rock saat itu. Di Indonesia, semangat itu juga masuk, antara lain melalui gaya hidup generasi muda Jakarta.</p>
<p>Lalu kenapa penyerapan yang sebagian besar hanya sampai di permukaan itu bisa abadi juga di kalangan remaja Indonesia saat itu, yang tentunya hari ini minimal sudah berumur 40 tahun? Pandu Ganesa, seorang wiraswasta, &#8220;Musik rock zaman itu adalah musik yang membuat kita mikir, baik dari notasi, apalagi liriknya. Musik tersebut didesain secara khusus, ada proses pembelajaran yang agak sulit sebelum kita mengapresiasinya.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, remaja-remaja masa kini pun sebagian menjadi penyambung selera rok klasik. Misalnya, lewat Dream Theater yang mirip Yes dan Pink Floyd. Atau The Flower Kings yang mendaur ulang karya The Beatles Across The Universe. Bagi yang bisa menangkap siaran TPI, tiap Senin malam bisa bernostalgia mengenang masa muda sambil menikmati konser grup-grup yang mewarnai masa remaja mereka, dalam acara Classic Rock Specials.</p>
<p>Menurut Agus Sjafrudin, Direktur Program dan Marketing TPI, sebagai sebuah acara musik, Classic Rock Specials mendapat rating yang lumayan. Beberapa penonton setia dari luar kota bahkan rutin menghubungi TPI via telepon, menanyakan grup mana yang akan tayang, atau meminta grup favoritnya ditayangkan, hingga meminta rekaman acara terse senjata tajam ke Mapoltabes Banjarmasin. bra</p>
<p><em>Kompas Senin, 29 April 2002</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=56&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/21/keabadian-rock-klasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Irving berlin telah tiada</title>
		<link>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/15/irving-berlin-telah-tiada/</link>
		<comments>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/15/irving-berlin-telah-tiada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 09:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gie0505</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gie0505.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Irving berlin, pemusik tersohor, meninggal dunia. ia menciptakan lagu kebangsaan as, god bless america. lagu-lagu ciptaannya laku keras.ia tak tahu &#38; tak pernah belajar bagaimana membaca &#38; menulis not balok. DIA mengembuskan napas pada hari Jumat pekan lalu di rumahnya yang terletak di kawasan elite di New York. Saat itu dia berusia 101 tahun. Dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=39&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Irving berlin, pemusik tersohor, meninggal dunia. ia menciptakan lagu kebangsaan as, god bless america. lagu-lagu ciptaannya laku keras.ia tak tahu &amp; tak pernah belajar bagaimana membaca &amp; menulis not balok.</p>
<p>DIA mengembuskan napas pada hari Jumat pekan lalu di rumahnya yang terletak di kawasan elite di New York. Saat itu dia berusia 101 tahun. Dunia pun tersentak. Bukan karena hanya seseorang yang berumur melebihi satu abad telah tiada, tetapi dia adalah Irving Berlin. Pemusik yang menciptakan lagu kebangsaaan Amerika Serikat, <em><strong>God Bless America</strong></em>. Dia jugalah pencipta <em><strong>I&#8217;m Dreaming of a White Christmas</strong></em> yang setiap hari Natal bergema di seluruh dunia.</p>
<p>Berlin dilahirkan di Desa Temun, Rusia Timur, pada tahun 1888 dengan nama Israel Beline. Ayahnya, Moses Beline, adalah penyanyi sinagog dan shochet, pemberi doa dalam upacara penyembelihan hewan. Pada tahun 1893, keluarganya berimigrasi ke New York. Sialnya, tiga tahun kemudian, ayahnya meninggal dunia. Beline muda terpaksa bekerja.</p>
<p>Semula Israel Beline menjadi tukang jual koran di jalan. Tak lama kemudian, dia pindah profesi menjadi penunjuk jalan bagi seorang pengamen buta bernama Blind Sol. Tugasnya adalah mengantar penyayi itu keluar masuk restoran dan menghitungkan jumlah duit yang masuk. Saat itu Beline berambisi membelikan sebuah kursi goyang untuk neneknya.</p>
<p>Setelah berpisah dengan Blind Sol, Israel Beline mulai merintis karier. Dia menjadi penyanyi tak tetap di berbagai bar dengan bayaran bergantung pada persenan yang diberikan oleh tamu. Pada tahun 1906, ia menjadi pelayan merangkap penyanyi tetap di Pelham Cafe, Chinatown, New York.</p>
<p>Pada malam hari, setelah barnya tutup, ia suka memenceti tuts piano untuk menciptakan lagu. Hasilnya, pada tahun 1907, dia menciptakan lagu Marie From Sunny Italy. Lagu itu memang tak laku di pasar. Tapi lagu itulah yang kemudian mengubah nama Israel Beline. Pada sampul rekaman, nama Israel Beline ditulis I. Berlin, dan khalayak mengira I singkatan dari Irving. Nah,<br />
jadilah nama Irving Berlin, dan nama itulah dipakai dan laku sampai akhir hayatnya.</p>
<p>Bakatnya memang luar biasa. Dalam usia 30 tahun, ia menghasilkan 19 lagu untuk pentas Broadway dan 18 lagu pengiring film Hollywood. Padahal, dia tak tahu dan tak pernah belajar bagaimana membaca dan menulis not balok. Lagi pula dia hanya bisa bermain musik pada nada F. Dalam mencipta lagu dia hanya memakai satu jari di atas tuts piano. Pekerjaan selanjutnya dia<br />
serahkan kepada pengaransir.</p>
<p>Popularitas Berlin mulai meledak pada tahun 1911, ketika menciptakan lagu Alexander&#8217;s Ragtime Band. Lalu disusul dengan berderet-deret lagu lain, sampai mencapai 1.500 lagu. Agar tak dijarah pembajak, pada tahun 1919. dia mendirikan Irving Berlin Music Corp. Perusahaan itu dipakai untuk mempublikasikan karya-karyanya, sekaligus mempertahankan hak cipta.</p>
<p>Sebelum itu, pada tahun 1917, Berlin kena wajib militer. Dia ditugaskan di Camp Upton, Long Island, tempat pemberangkatan serdadu Amerika yang mau bertugas di medan Perang Dunia Pertama di Eropa. Di sana dia mendapat tugas membuat lagu untuk komedi musikal berjudul Yip, Yip, Yaphank, yang dibintangi oleh para serdadu Camp Upton. Pementasan tak serius itu ternyata berhasil bertahan selama 32 kali pertunjukan di Century Theatre, New York, dan menghasilkan US$ 150 ribu yang seluruhnya dipakai<br />
untuk barak Camp Upton.</p>
<p>Ada satu hal yang menarik dari Yip, Yip, Yaphank. Ada kalimat yang berbunyi, &#8220;Oh, betapa bencinya saya bangun di pagi hari.&#8221; Kalimat itu dipetik dari kebiasaannya yang selalu tidur setelah lewat tengah malam. Berlin ternyata tak suka bekerja pada pagi hari.</p>
<p>Jasa kedua kepada angkatan bersenjata dipersembahkan Berlin lewat This is the Army. pada bulan-bulan pertama Perang Dunia Kedua. Pementasan itu ditangani sepenuhnya oleh Berlin. Dia menjadi produser, sutradara sekaligus penulis lagu. Dua lagu dan pementasan itu, This is the Army, Mr. Jones dan I Left My Heart at the Stage Door Canteen, menghasilkan sejuta dolar bagi<br />
Bantuan Darurat Angkatan Darat.</p>
<p>Kekayaan Berlin makin bertumpuk ketika para penyanyi kelas satu mulai mengincar lagu-lagunya. Di antaranya tercatat Frank Sinatra, Barbara Streisand, Linda Ronstadt, Diana Ross. Dua lagunya, I&#8217;m Dreaming of a White Christmas dan Easter Parade bahkan direkam berulang kali oleh penyanyi yang berbeda-beda, serta selalu laku dijual.</p>
<p>Tapi, lagu yang paling berkesan bagi Berlin adalah When I Lost You yang, menghasilkan lebih dari sejuta piringan hitam. Lagu itu bermula pada tahun 1912, ketika dia kawin dengan Dorothy Goetz, adik penulis lagu terkenal, Ray Goetz. Setengah tahun kemudian, mereka berbulan madu ke Havana, ibu kota Kuba. Di sana Dorothy meninggal gara-gara diserang penyakit tifus. Berlin langsung menulis lagu tadi untuk menumpahkan segala kepedihan yang dideritanya.</p>
<p>Kisah roman lainnya dialami ketika Berlin berpacaran dengan Ellin Mackay. Koran-koran pun ribut. Ayah Ellin, seorang industrialis barang-barang komunikasi, jadi tahu bahwa putrinya berpacaran denan seorang imigran. Dia berang. Maka, pada tahun 1925, Ellin dikirim ke Eropa.</p>
<p>Berlin lalu menulis lagu Remember dan Always. Kedua lagu itu ternyata cukup populer di Eropa, sehingga Ellin kerap mendengar lewat radio, dan makin cinta kepada Berlin. Tak pelak, Ellin pun pulang ke Amerika. Kedua insan itu melangsungkan perkawinan.</p>
<p>Pada tahun 1954, sebenarnya Berlin sudah menyatakan pensiun. Lalu dia menghabiskan waktu dengan bermain golf, memancing, dan melukis. Tapi? suatu hari gairahnya muncul lagi. Maka, pada bulan Oktober 1962, dia mementaskan sebuah komedi musikal berjudul Mr. President, yang disadur dan buku karangan Russel Crouse dan Howard Lindsay. Pementasan itu dilakukan di gedung St. James Theatre, New York. Hasilnya, panitia berhasil merogoh US$ 2,5 juta dari kantung penonton.</p>
<p>Praginanto<br />
<em><br />
Tempo  Edisi. 31/XIX/30 September &#8211; 06 Oktober 1989</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gie0505.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gie0505.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gie0505.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gie0505.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gie0505.wordpress.com&amp;blog=3714038&amp;post=39&amp;subd=gie0505&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gie0505.wordpress.com/2008/05/15/irving-berlin-telah-tiada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844fd36e79850250c8b6ab563e607fcb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gie0505</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
